Idnnewspublish.com, Bandar Lampung — Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), Anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2024–2029, Dedi Yuginta, dilaksanakan di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (13/05/2026).
Dalam pemaparannya, Dedi Yuginta, menjelaskan kepada masyarakat mengenai tiga tugas utama anggota DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah (Perda), pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.
“Pertama membuat Perda, kedua membahas APBD bersama wali kota dan dinas terkait, dan ketiga melakukan pengawasan. Pengawasan ini untuk memastikan pelaksanaan anggaran dan peraturan berjalan sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, khususnya bagi generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
”Sekarang banyak generasi muda yang sudah mulai kurang memahami apa itu Pancasila dan sejarahnya. Karena itu, pelajaran Pancasila kembali dibuat khusus di sekolah,” kata Dedi di hadapan warga.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi penting agar masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tidak mudah terpengaruh budaya asing yang dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia maupun ajaran agama.
Dedi mencontohkan, sejumlah gaya hidup dan budaya luar saat ini mulai banyak ditiru generasi muda tanpa mempertimbangkan norma budaya timur yang dianut masyarakat Indonesia.
“Jangan sampai anak-anak kita terpengaruh budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan ajaran agama. Ini perlu pengawasan dari kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
Dalam kegiatan PIP-WK hari ini, Dedi Yuginta membagikan buku tulis kepada masyarakat berdasarkan arahan pemberian langsung dari ketum pusat untuk berbagi buku tulis.
Kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan itu diikuti warga setempat dengan menghadirkan narasumber untuk memberikan pemahaman terkait nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. (Wi)















