Menu

Mode Gelap

Lampung · 18 Mei 2026 07:44 WIB ·

Meniti Bahaya di Jembatan Putus Way Pengubuan


					Meniti Bahaya di Jembatan Putus Way Pengubuan Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung tengah — Suara pelan anak-anak sekolah terdengar bersamaan dengan langkah hati-hati mereka di atas rangka besi jembatan yang tersisa.

Dengan tas di punggung dan seragam yang masih rapi, mereka berjalan perlahan meniti jalur sempit di atas Sungai Way Pengubuan.

Pemandangan itu terjadi di Kampung Tanjung Ratu ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah.

Sejak jembatan penghubung utama di wilayah tersebut putus, warga harus menjalani aktivitas dengan rasa waswas setiap hari.

Rasa kecewa yang terus menumpuk akhirnya membuat warga turun ke jalan.

Puluhan warga, mulai dari emak-emak, pelajar hingga tokoh masyarakat menggelar aksi protes menuntut perbaikan jembatan.

Mereka membawa poster dan menyampaikan harapan agar akses utama warga segera kembali normal.

Bagi masyarakat setempat, jembatan itu bukan sekadar bangunan penghubung.

Jembatan sepanjang lebih dari 50 meter tersebut menjadi jalur utama menuju sekolah, tempat bekerja, hingga aktivitas ekonomi warga sehari-hari.

Namun kini, yang tersisa hanya rangka besi dan tali baja yang masih digunakan warga untuk menyeberang.

Tidak sedikit warga yang memilih tetap melintas karena tidak memiliki pilihan lain.

Sopian, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas.

“Kami takut sebenarnya, apalagi anak-anak sekolah lewat setiap hari. Tapi kalau tidak lewat sini, harus memutar jauh,” ujar Sopian.

Jalan alternatif terdekat diketahui harus ditempuh dengan jarak puluhan kilometer untuk mencapai wilayah seberang. Kondisi itu membuat sebagian warga tetap nekat mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas.

Di tengah aksi protes yang berlangsung, beberapa anak sekolah masih tampak melintasi jembatan rusak dengan langkah perlahan.

Warga yang melihat hanya bisa membantu mengawasi agar mereka tidak terjatuh.

Ermalina, warga lainnya, berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami hanya ingin jembatan ini segera diperbaiki supaya warga aman dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” kata Ermalina.

Bagi warga Kampung Tanjung Ratu, harapan mereka sederhana. Mereka ingin kembali memiliki akses yang aman untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa harus bertaruh nyawa setiap kali menyeberang sungai. (Is)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menuju Senayan, Nessy Kalviya Bawa Amanah dan Suara Rakyat Lampung

15 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Pemprov Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera

13 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas

13 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Penghargaan, Program 3 juta Rumah

13 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Apel Gelar Pasukan, Polresta Bandar Lampung Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Musim Kemarau

13 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Agama dan Politik: Haruskah Dipisahkan Secara Diametral?

13 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Trending di Bandar Lampung