Idnnewspublish.com, Lampung Selatan — Pada tahun 2026, Hari Raya Galungan jatuh pada hari Rabu 17 Juni 2026, sedangkan Hari Raya Kuningan diperingati sepuluh hari kemudian, yaitu pada hari Sabtu 27 Juni 2026. Kedua hari raya ini dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan sistem kalender Pawukon yang digunakan dalam tradisi Hindu Bali.
Galungan dan Kuningan bukan sekedar perayaan keagamaan, melainkan sebuah pengingat bagi setiap manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup, mengendalikan diri, menghormati leluhur, serta menjaga hubungan harmonis dengan sesama dan alam semesta.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Antonius Gunarso menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada masyarakat Hindu di Lampung.
“Selamat Hari Raya Galungan, Rabu 17 Juni dan Kuningan, Sabtu 27 Juni tahun 2026. Semoga hari suci ini membawa kedamaian, keberkahan dan kebahagiaan,” kata Antonius Gunarso, Rabu (17/06/2026).
Menurut Antonius, Hari Raya Galungan merupakan perayaan untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan).
“Secara etimologi, kata Galungan memiliki arti bertemu atau bersatu. Ini melambangkan persatuan kekuatan rohani dalam diri manusia untuk mencapai kemenangan kebaikan,” terang Antonius.
Makna tersebut menjadi dasar bagi umat Hindu dalam menjalankan tradisi Galungan, sekaligus mengingatkan bahwa perjuangan melawan sifat-sifat buruk adalah bagian dari perjalanan spiritual.
Hari Raya Kuningan adalah hari setelah Galungan sebagai penghormatan kepada tuhan dan leluhur. Bentuk penghormatan dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta roh leluhur yang telah turun ke dunia saat Galungan.
“Pada hari raya Kuningan, umat Hindu meyakini bahwa roh-roh leluhur kembali ke surga setelah menerima do’a dan persembahan dari keturunannya,” pungkas Antonius.
Rahajeng nyanggra rahina Galungan lan Kuningan. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa suaeca Asung Kertha Wara Nugraha ring semeton sareng sami. (*)















