Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 25 Jul 2026 06:03 WIB ·

Opini Jamal KNPI: Kritik Butuh Jawaban Bukan Penghinaan


					Opini Jamal KNPI: Kritik Butuh Jawaban Bukan Penghinaan Perbesar

Idnnewspublish.com, Bandar Lampung — Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan.

Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain.

Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.

Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat.

Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati.

Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi.

Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun.

Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan. (*)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wamen Kebudayaan Dukung Komunitas The Next Local Hero untuk Pelestarian Budaya dan UMKM Lampung

25 Juli 2026 - 18:28 WIB

Hari Nyeruit Nasional: Seruit Bu Lin Angkat UMKM Lokal Jadi “Local Hero”

25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Terekam CCTV, Dua Pria Pencuri Handle Pintu Kuningan di Bandar Lampung Dibekuk

25 Juli 2026 - 11:35 WIB

Pemprov Lampung Mantapkan Langkah Jadi Sentra Pengembangan Singkong Nasional

24 Juli 2026 - 16:24 WIB

AWPI Pesisir Barat Akan Bersurat ke BPK Lampung, Minta Audit Belanja Buku Dana BOSP 2026

24 Juli 2026 - 11:52 WIB

Peringati HAN 2026,Batin Wulan Kunjungi LPKA dan Salurkan Bantuan

23 Juli 2026 - 23:56 WIB

Trending di Lampung