Menu

Mode Gelap

Ekbis · 3 Mei 2025 13:59 WIB ·

BPS Provinsi Lampung Catat Inflasi 1,19% di April 2025


					BPS Provinsi Lampung Catat Inflasi 1,19% di April 2025 Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung — BPS Provinsi Lampung Catat Inflasi 1,19% di April 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan bahwa inflasi di Lampung pada April 2025 mencapai 1,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m).

Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi tercatat sebesar 2,80 persen (yearon-year/y-on-y). “Sedangkan secara tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) tercatat inflasi sebesar 1,77%,” tutur Muhammad Ilham Salam dalam siaran pers, Jumat (02/05/2025).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi bulan April disebabkan oleh beberapa komoditas utama, dengan tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dalam inflasi (m-to-m) dengan kontribusi sebesar 0,87 persen, disusul oleh bawang merah (0,18 persen), tomat (0,11 persen), emas perhiasan
(0,11 persen), dan bawang putih (0,06 persen).

Dalam analisis kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 7,67 persen pada bulan April dibandingkan bulan sebelumnya. Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Muhammad Ilham Salam mengungkapkan bahwa kelompok ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi April 2025 dengan kontribusi 0,90
persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga. Kelompok Transportasi tercatat penurunan sebesar -0,24 persen, sementara Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan turun -0,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Lebih lanjut, Ilham juga menyoroti kelompok pengeluaran dengan andil terbesar terhadap inflasi year-on-year pada April 2025 berasal dari kelompok Makanan, minuman dan tembakau, “Tingkat inflasi year-on-year pada April 2025 adalah 2,80 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil tertinggi dalam pembentukan inflasi adalah Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 4,43 persen, dengan andil sebesar 1,48 persen,” jelasnya.

Sedangkan 5 komoditas utama penyumbang Inflasi (y-on-y) untuk Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau antara lain Bawang Merah dengan andil sebesar 0,29 persen; Kopi Bubuk sebesar 0,23 persen; Sigaret Keretek Mesin (SKM) sebesar 0,19 persen; Cabai Merah sebesar 0,14 persen, dan Bawang Putih sebesar 0,13 persen.

Berikutnya BPS Provinsi Lampung juga mencatat inflasi di empat Kabupaten/Kota cakupan IHK yang diamati: Kabupaten Lampung Timur mencatat inflasi tertinggi secara (y-o-y) sebesar 3,16 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Metro dengan angka 2,08 persen. Sementara itu, dalam skala (m-to-m), Kota Bandar Lampung mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,27 persen, sedangkan Kota Metro mencatat inflasi terendah, yaitu 0,66 persen. (*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Musda XI Golkar Bandar Lampung Digelar, Aprozi Tekankan Program dan Target Rebut Kursi Teratas 2029

21 September 2026 - 19:14 WIB

Sampah Menumpuk di Galian Tol Karang Sari, Warga Desak Pemkab Lampung Selatan Turun Tangan

20 September 2026 - 18:25 WIB

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung

19 September 2026 - 08:08 WIB

Sebanyak 503 Mahasiswa Baru Dibekali Wawasan Kebangsaan, Teknologi, Literasi Keuangan dan Daya Saing Global

19 September 2026 - 07:34 WIB

Nessy Kalviya, Anggota Komisi VIII DPR RI, Tampung dan Kawal Aspirasi Warga Seputih Raman

19 September 2026 - 07:26 WIB

Nessy Kalviya Tampung Aspirasi Warga Seputih Mataram untuk Dikawal

19 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di Lampung