Menu

Mode Gelap

Lampung · 7 Mei 2025 20:05 WIB ·

Ungkap Kasus Pemalsuan BBM Pertalite, Ditreskrimsus Polda Lampung Himbau Masyarakat Untuk Tetap Waspada dan Segera Laporkan Jika Ada Kecurangan


					Ungkap Kasus Pemalsuan BBM Pertalite, Ditreskrimsus Polda Lampung Himbau Masyarakat Untuk Tetap Waspada dan Segera Laporkan Jika Ada Kecurangan Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung —  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung telah berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dicampur dengan minyak mentah.

Terungkapnya kasus ini berkat laporan masyarakat terkait buruknya kualitas BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lampung.

Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Derry Agung Wijaya, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, pada Rabu (07/05/2025), menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan berdasarkan keluhan tersebut. Hasilnya, tim menemukan aktivitas mencurigakan di sebuah tanah lapang di wilayah Lampung Tengah.

” Pada saat dilokasi itu, para pelaku diduga mengganti Pertalite asli yang berasal dari depo dengan minyak mentah sebelum didistribusikan ke SPBU,” ujar Kombes Derry.

Untuk dapat  menghindari pengawasan, para pelaku mematikan sistem pelacak (GPS) pada kendaraan tangki. Selain itu, mereka juga menggunakan segel palsu agar tampilan tangki tetap tampak utuh dan resmi.

“Modus pelaku cukup rapi, mereka membawa segel cadangan untuk menutup jejak setelah melakukan pengoplosan. Dari luar, segel tangki tampak tidak rusak,” tambahnya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sopir dan kenek truk tangki yang diduga terlibat langsung dalam praktik ilegal ini. Dari lokasi, disita sekitar 16.000 liter minyak mentah sebagai barang bukti. Sementara itu, Pertalite asli yang sebelumnya diangkut sudah tidak ditemukan.

Kombes Derry menyebut, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini karena diduga melibatkan jaringan yang lebih luas. Setidaknya, 209 SPBU di seluruh Lampung kini masuk dalam daftar pemantauan karena diduga menerima BBM hasil oplosan.

“Saat ini kami masih menelusuri asal-usul minyak mentah yang digunakan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum internal atau pengelola SPBU,” tegasnya.

Para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas), dengan ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.

Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam distribusi BBM, dengan menyertakan bukti yang kuat. (*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkembangan Transportasi Lampung Februari 2026: Penumpang Udara dan Laut Turun, Kereta Api Tumbuh Positif Secara Tahunan

2 April 2026 - 14:09 WIB

Kurangi Pengangguran, Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan Kerja hingga Pengembangan Industri

1 April 2026 - 20:10 WIB

Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional

1 April 2026 - 19:50 WIB

Pegadaian Peduli di HUT ke-125: Hadirkan Kebahagiaan di Tiga Titik Sosial di Lampung

1 April 2026 - 17:23 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berdaya Saing

31 Maret 2026 - 19:58 WIB

Upacara Ziarah di TMP Warnai Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung

31 Maret 2026 - 10:09 WIB

Trending di Lampung