Menu ✖

Mode Gelap

Bandar Lampung · 31 Agu 2025 20:12 WIB ·

Harapan ‎Pedagang Kecil, Agar Demo Damai Tidak Anarkis dan Pemerintah Dengarkan Suara Rakyat


					Harapan ‎Pedagang Kecil, Agar Demo Damai Tidak Anarkis dan Pemerintah Dengarkan Suara Rakyat Perbesar

Idnnewspublish.com, Bandar Lampung — Massa yang berasal dari berbagai aliansi dan mahasiswa akan menggelar aksi Gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin (01/08/2025).

Salah Isu demo ini adalah kenaikan tunjangan dewan yang fantastis serta poin-poin lainnya.
‎
‎Namun, bagi pedagang kecil, yang lebih penting bukanlah angka-angka di kursi parlemen, melainkan bagaimana dapur mereka tetap bisa mengepul.

Berdasarkan pantauan media ini di sejumlah pasar di Bandarlampung pada Minggu pagi (H-1 aksi demo), suasana masih ramai seperti biasa. Pedagang berteriak menawarkan dagangan, aroma bumbu dapur bercampur dengan hiruk-pikuk kendaraan yang lalu lalang.

‎Namun, di balik keriuhan pasar, ada perbincangan hangat soal aksi besar-besaran yang akan digelar esok hari, Senin, 1 September 2025.
‎
“Demo boleh saja, itu hak rakyat. Tapi harapan kami, jangan sampai rusuh. Kalau sampai anarkis, yang rugi tetap kami juga. Pembeli takut datang ke pasar, dagangan tidak laku,” ujar ‎Budianto, seorang pedagang Bakso keliling dengan wajah serius.
‎
‎Ia mengaku memahami maksud para pendemo. Baginya, keresahan soal kebijakan pemerintah memang nyata terasa. Namun Budianto berharap aksi ini tidak keluar jalur.

“Fokus saja pada tuntutan. Jangan mau diprovokasi. Kalau fasilitas umum rusak, yang kena dampak tetap rakyat kecil,” tambahnya.
‎
‎Budianto juga berharap agar pemerintah bisa mendengar suara rakyat tanpa harus ada korban.

“Dan semoga kami, pedagang kecil ini, tetap bisa berjualan dengan tenang,” pungkasnya.
‎
‎Harapan serupa datang dari pedagang lainnya, Sugiyanti. Wanita tua pedagang Warung Soto di depan Kantor Kajati Lampung

“Besok meskipun ada demo, saya tetap berjualan. Rezeki harus dicari, tidak bisa menunggu. Semoga tidak ada keributan. Yang kami butuhkan sebenarnya perhatian pemerintah pada perekonomian rakyat kecil seperti kami.” ungkapnya.
‎
‎Jika kota kacau, pembeli enggan keluar rumah. Jika jalan ditutup, distribusi barang terhambat. Dan jika kerusuhan pecah, mereka yang pertama kali merasakan sepinya pasar.

“Kalau ribut ya semua nanti kena dampak. Saya berdoa semoga demonya tetap damai. Karena bagi kami, satu hari tanpa jual beli berarti satu hari tanpa penghasilan,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PiP-WK Dedi Yuginta, Pesan Jaga Persatuan dan Kesatuan

30 September 2026 - 15:18 WIB

RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO

30 September 2026 - 11:49 WIB

Sosialisasi 4 Pilar, Nessy Kalviya Ajak Masyarakat Bekri Perkuat Persatuan dan Kebangsaan

29 September 2026 - 17:17 WIB

Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba di OPS Antik Krakatau, Sita 85,9 Kg Sabu

28 September 2026 - 14:12 WIB

Doa Untuk Indonesia: Sekber Relawan Peduli Bencana Lampung Gelar Aksi Seribu Lilin

26 September 2026 - 23:09 WIB

Maknai Pancasila, PIP-WK Wiyadi Rangkul dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat Sekitar

26 September 2026 - 09:17 WIB

Trending di Bandar Lampung