Idnnewspublish.com, Bandar Lampung — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung mengintensifkan pengawasan pangan olahan menjelang perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026, Rabu (17/12/2025).
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ada sebanyak 126 pieces produk pangan bermasalah ditemukan dari 16 sarana distribusi dan penjualan yang diawasi di sejumlah daerah di Provinsi Lampung.
Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo mengatakan, intensifikasi pengawasan tersebut telah berlangsung sejak (28/11/2025) dan akan berakhir pada (02/01/2026.
“Pengawasan kita lakukan secara menyeluruh ya mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Bagus Heri Purnomo..
Hingga saat ini, BBPOM Lampung telah melakukan pengawasan di 16 sarana yang tersebar di kota Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Pringsewu.
Adapun rinciannya, 6 distributor, 8 retail modern atau supermarket dan 2 retail tradisional.
Dari hasil pemeriksaan tersebut BBPOM menemukan 11 item produk tanpa izin edar, dengan total 103 pieces, 4 item produk kedaluwarsa sebanyak 21 pieces, serta 1 item produk rusak berjumlah 2 pieces. Total temuan mencapai 126 pieces produk pangan olahan bermasalah.
Dengan hasil temuan tersebut, BBPOM Lampung langsung melakukan tindak lanjut, untuk pihak retail dilakukan pembinaan berupa surat teguran dan peringatan, sedangkan produk tanpa izin edar dan kedaluwarsa diwajibkan untuk dimusnahkan.
Selain itu, pada dua titik pengawasan tambahan yang dilakukan hari ini, Rabu (17/12/2025) di Supermarket Gelael dan Supermarket Chandra Telukbetung Bandar Lampung.
Pada saat pemeriksaan tersebut, petugas menemukan produk frozen food yang masih menggunakan izin edar PIRT, padahal seharusnya telah memiliki izin MD (makanan dalam negeri) dari Badan POM.
BBPOM Lampung akan mengonfirmasi temuan tersebut kepada Pemerintah daerah penerbit PIRT dan melakukan pembinaan agar pelaku usaha segera beralih ke izin edar MD.
pada moment menjelang Natal dan Tahun Baru, BBPOM Lampung, juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih pangan olahan, terutama produk yang banyak diminati saat perayaan. (Wi)












