Menu ✖

Mode Gelap

Lampung · 20 Jan 2026 14:52 WIB ·

Tanam Padi Serentak di Lampung Timur, Kodam XXI/Radin Inten Dorong Produksi Pangan


					Tanam Padi Serentak di Lampung Timur, Kodam XXI/Radin Inten Dorong Produksi Pangan Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung — Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar Kodam XXI/Radin Inten bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menjadi penanda kuat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, Selasa (20/01/2026), melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kartika Bina Tani.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyebut kehadiran TNI dan pemerintah provinsi sebagai suntikan semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal.

Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi prioritas strategis karena Lampung Timur merupakan salah satu lumbung padi utama di Provinsi Lampung.

“Lampung Timur memiliki luas lahan padi 55.952 hektare, terbesar kedua di Provinsi Lampung. Meski alokasi anggaran pertanian masih terbatas, kolaborasi ini membuat kami optimistis produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” ujar Ela.

Ela menjelaskan, gerakan tanam padi di Way Jepara akan menjadi wilayah dampingan Kodam XXI/Radin Inten dengan luasan awal mencapai 2.396 hektare dan berpotensi diperluas ke kecamatan lain.

Program ini melengkapi berbagai inisiatif sebelumnya, seperti petani mitra Adhyaksa serta optimalisasi lahan pertanian di sejumlah wilayah Lampung Timur.

Sementara itu, Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa gerakan tanam padi serentak ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.

“Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare. Kami menggunakan varietas padi Inpari 32 yang memiliki potensi hasil hingga delapan ton per hektare. Ke depan, melalui riset , pengembangan teknologi pertanian, kami berharap ada varian bibit dengan produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” kata Kristomei.

Ia menambahkan, Kodam XXI/Radin Inten turut mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi.

Salah satunya dengan aplikasi Centurion 21 yang mengintegrasikan pemetaan drone dan analisis data untuk memprediksi hasil panen serta mendeteksi gangguan tanaman sejak dini.

“Babinsa tidak hanya mendampingi di lapangan, tetapi juga menjadi penghubung teknologi bagi petani. Dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan, pertanian Lampung Timur diharapkan semakin efisien dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani, Gerakan Tanam Padi Serentak ini diharapkan mampu mendongkrak produksi beras Lampung Timur sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu penyangga pangan nasional. (*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doa Untuk Indonesia: Sekber Relawan Peduli Bencana Lampung Gelar Aksi Seribu Lilin

26 September 2026 - 23:09 WIB

Maknai Pancasila, PIP-WK Wiyadi Rangkul dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat Sekitar

26 September 2026 - 09:17 WIB

Pria Pengangguran di Bandar Lampung Ditangkap, 68 Paket Siap Edar Disita Polisi

25 September 2026 - 09:39 WIB

Dukung Keselamatan Pelayaran, Pelindo Regional 2 Panjang Siap Operasikan Kapal Ro-Ro

25 September 2026 - 07:46 WIB

Nessy Kalviya Tekankan Peran Tokoh Adat dalam Menyerap Aspirasi Warga Selagai Lingga

25 September 2026 - 07:37 WIB

Muskot 1 SMSI: Jefri Arifin Kembali Pimpin SMSI Bandar Lampung

24 September 2026 - 20:24 WIB

Trending di Bandar Lampung