Idnnewspublish.com, Way Kanan — Pelaksanaan PPG PAI (Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam) Batch 2 tahun 2024 di Way Kanan diwarnai dugaan pungutan liar (pungli). 123 peserta dipaksa membayar Rp 7,5 juta dengan iming-iming lulus, padahal seharusnya gratis karena menggunakan dana hibah Baznas Way Kanan.
Penyelenggaraan PPG PAI tahun 2024 menggunakan Dana Hibah dari Baznas Way Kanan. Pelaksanan kegiatan itu dilaksanakan selama 4 bulan dengan metode Zoom, jadi para peserta seharusnya mengikuti kegiatan tersebut secara gratis atau tidak adanya pungutan lagi dalam kegiatan tersebut.
Beda halnya di way kanan para peserta PPG PAI tahun 2024 sebanyak 123 peserta di wajibkan stor uang sebanyak Rp. 7.500.000,. Dengan iming iming akan dijamin lulus dan mendapatkan sertifikat.
Penyetoran Dana tersebut bervariasi, ada yang 2 kali bayar dan ada juga 3 kali bayar sehingga cukup Rp.7.500.000,. Sebelumnya terlebih dahulu para peserta di kumpulkan di Kampung Sidoarjo (bedeng) untuk membicarakan agar para peserta wajib stor dana Rp.7.500.000., jika mau lulus, perkumpulan itu di pimpin langsung oleh Ketua AGPAI (Asosiasi guru pendidikan agama islam) way kanan Eko Budi Santoso.
Infak di ditentukan
Ketua AGPAI (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam) Way Kanan, Eko Budi Santoso, membenarkan bahwa peserta menyetorkan uang tersebut, namun mengklaim itu adalah infak ke Baznas Way Kanan. Namun, peserta dan pengamat mempertanyakan kejelasan infak yang ditentukan jumlahnya.
“Benar bahwa para peserta PPG PAI memberikan uang sebanyak Rp.7.500.000,. Akan tetapi uang itu bukannya pungutan liar, uang tersebut infak para peserta ke Baznas way kanan,” ujar Eko.
Ketika ditanya kok infak ditentukan, sedangkan kita ketahui bahwasanya infak itu adalah sukarela tidak di tentukan dan sebelumnya dikatakan bahwa kegiatan itu menggunakan dana hibah dari Baznas way kanan,” Iya kegiatan itu menggunakan Dana hibah dari Baznas dan para peserta memberikan infak sebesar Rp.7.500.000., ke Baznas,” tegas Eko.
Saat akan di konfirmasi ke Ketua Baznas Way Kanan untuk mengetahui sejauh mana kebenaran keterangan yang di berikan oleh Ketua AGPAI Way Kanan Eko Budi Santoso, Ketua Baznas tidak bisa di temui karena lagi menjalankan ibadah Umroh. (Sa)














