Menu

Mode Gelap

Lampung · 28 Jan 2025 11:21 WIB ·

Mahasiswa KKN Unila di Desa Semanak Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah dan Feses Domba Sebagai Pupuk


					Mahasiswa KKN Unila di Desa Semanak Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah dan Feses Domba Sebagai Pupuk Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung — Melihat potensi peternakan yang dilakukan masyarakat setempat dengan fokus kambing atau domba hingga menghasilkan feses dengan jumlah yang melimpah dan tidak dimanfaatkan menjadi penyebab diselenggarakan Sosialisasi TOGA, Bedengan dan Praktik Pembuatan Pupuk Kompos Feses Domba oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode 1 2025 Desa Semanak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (24/01/2025).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN bekerja sama dengan perangkat desa, stakeholder pendamping desa dari kecamatan, kelompok tani serta Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam membantu menyukseskan kegiatan ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja oleh kelompok KKN Desa Semanak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan yang terdiri Ade Rian Pratama, Muhammad Rayhan Syauqii, Dwi Agung Abdul Kholik, Hanifah Tiara Dewi, Amelia Putri Anggraeni, Helmalya Vrily Pramesti, dan Heppy Silvia dengan dosen pembimbing M. Iqbal Parabi., S, Si., M.T.

Kegiatan ini merupakan program kerja yang terikat dengan program kerja lainnya dan menggabungkan materi linier. Diawali dengan penyampaian fungsi dan pembuatan pupuk kompos dari potensi limbah peternakan lokal yaitu feses domba, sosialisasi terkait pembuatan bedengan, hingga melakukan sosialisasi manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga) kepada masyarakat setempat.

Pembuatan pupuk kompos menggunakan feses domba dilakukan dengan cara mengeringkan dan menghancurkan feses domba hingga agak halus lalu dicampurkan larutan EM4 dan molase, kemudian difermentasi untuk menciptakan pupuk yang ramah lingkungan dan bisa dibuat masyarakat setempat.

Selanjutnya, sosialisasi pembuatan bedengan atau tempat khusus penanaman tumbuhan TOGA dan sayuran. Terdapat keunikan tersendiri dari lahan ini karena harus dibuat lebih tinggi supaya mempermudah penerimaan dan penyerapan air hujan untuk tanaman tumbuh lebih optimal.

Sosialisasi manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dilakukan dengan memberikan informasi alternatif penyembuhan berbasis lokal dan alami untuk mengurangi pengaruh obat-obatan medis, dengan membahas potensi lahan warga yang dapat digunakan untuk menanam TOGA dan berbagai manfaat tanaman yang ada.

Muhammad Rayhan Syauqii sebagai salah satu mahasiswa KKN Desa Semanak memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat terkait penggunaan pupuk kompos dan pemanfaatan lahan.

“Untuk tidak terus-menerus menggunakan pupuk kimia agar PH kesuburan tanah dan kualitas hasil panen tidak menurun serta menginisiasi KWT untuk bisa memanfaatkan lahan di depan rumahnya untuk membuat bedengan dan menanam TOGA atau sayuran agar mereka bisa membuat medis herbal yang bisa didapatkan dengan mudah dari halaman rumah,” jelasnya dalam wawancara.

Terdapat rencana tindak lanjut setelah diadakan sosialisasi ini yaitu kegiatan praktik pembuatan bedengan dan penanaman TOGA di lahan bersama desa dengan menggunakan hasil pupuk feses yang sudah diolah.

Masyarakat cukup antusias dan memiliki respon baik, dilihat dari aktifnya mereka dalam sesi diskusi. Kelompok Tani Wanita memberikan permintaan untuk dilakukan observasi di lahan-lahan rumah mereka agar dapat belajar bertanam TOGA dan sayuran yang lebih baik.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para petani lokal supaya mulai memikirkan masa depan mereka dan mencari alternatif pupuk kimia dengan memanfaatkan potensi feses domba dari desa dan dapat memproduksi sendiri pupuk tersebut serta tertanam tumbuhan toga dihalaman rumah warga sebagai media pengobatan alami. (*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Event Justice Run 2026, Pemprov Lampung Gaungkan Pembangunan Berkeadilan dan Akses Infrastruktur

5 April 2026 - 22:20 WIB

Warga Way Sulan Melalui FAAN, Dorong Bupati Egi, Tingkatkan Puskesmas Saat Ini Ke Faskes Rawat Inap, Jarak ke RS Rujukan Dinilai Terlalu Jauh.

5 April 2026 - 21:52 WIB

Justice Run 2026, Jadi Ajang Lari Satukan Warga Lampung

5 April 2026 - 11:44 WIB

Perkembangan Transportasi Lampung Februari 2026: Penumpang Udara dan Laut Turun, Kereta Api Tumbuh Positif Secara Tahunan

2 April 2026 - 14:09 WIB

Kurangi Pengangguran, Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan Kerja hingga Pengembangan Industri

1 April 2026 - 20:10 WIB

Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional

1 April 2026 - 19:50 WIB

Trending di Lampung