Idnnewspublish.com, Lampung — Universitas Lampung (unila) menjajaki peluang kerja sama dengan Lembaga Perguruan Taman Taruna Kebangsaan melalui audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila, lantai dua, Gedung Rektorat, Jumat (30/10/2026).
Audiensi tersebut membahas berbagai peluang sinergi antara Unila dan SMA Kebangsaan, mulai dari pembinaan akademik, pendampingan olimpiade, pengembangan kapasitas guru, hingga pengenalan program studi dan jalur penerimaan mahasiswa baru.
Dalam pemaparannya, Direktur Lembaga Perguruan Taman Taruna Kebangsaan Marsda TNI (Purn) Prabowo, S.A.P., M.M., menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2013 tersebut menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan akademik, karakter, kedisiplinan, dan pengembangan minat bakat. Saat ini, SMA Kebangsaan telah memasuki angkatan ke-14 dan meluluskan 11 angkatan.
Kurikulum khusus sekolah dirancang melalui empat kelompok peminatan atau kluster, yakni persiapan menuju akademi TNI dan kepolisian, sekolah kedinasan, perguruan tinggi dalam negeri, serta perguruan tinggi luar negeri.
Program tersebut diarahkan untuk membuka pilihan pendidikan lanjutan yang lebih luas bagi para siswa.
Jumlah peserta didiknya juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jangkauan hingga 28 provinsi.
Wakil Rektor Bidang PKSI Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, pola pembinaan yang diterapkan SMA Kebangsaan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan Unila, khususnya dalam mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Dari pemaparan tadi, SMA Kebangsaan pembinaannya sangat lengkap, ini potensial untuk kerja sama dengan Unila,” ujarnya.
Prof. Ayi juga mendorong agar komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi siswa.
Menurutnya, pengenalan kampus dan program studi perlu dilakukan lebih awal agar siswa memiliki gambaran mengenai pilihan pendidikan tinggi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
“Unila memiliki banyak program studi dan peluang pengembangan mahasiswa yang bisa dikenalkan kepada mereka,” tambahnya.
Dari sisi pengembangan akademik, Kepala Bagian FKIP Unila Didi Sudarmansyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa FKIP memiliki sejumlah program yang dapat menjadi pintu masuk kerja sama dengan SMA Kebangsaan.
Beberapa di antaranya adalah pendampingan olimpiade, peningkatan kompetensi guru melalui program Rumah Guru, serta pelibatan siswa dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan fakultas.
“FKIP memiliki pengalaman dalam pendampingan olimpiade dan pengembangan kompetensi guru. Kami juga mempunyai Rumah Guru sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pelatihan. Ini bisa menjadi ruang kerja sama yang bermanfaat bagi guru-guru di SMA Kebangsaan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, audiensi ini diarahkan pada pembahasan kerja sama yang lebih konkret antara SMA Kebangsaan dan FKIP Unila.
Pembicaraan mengenai penyusunan perjanjian kerja sama, kunjungan fakultas, pendampingan akademik, serta publikasi dan promosi bersama menjadi beberapa hal yang dapat ditindaklanjuti. Unila juga membuka peluang keterlibatan fakultas lain sesuai kebutuhan dan bidang minat siswa.
Hadir dalam audiensi tersebut Direktur Lembaga Perguruan Taman Taruna Kebangsaan Marsda TNI (Purn) Prabowo, S.A.P., M.M., Sekretaris Lembaga Perguruan Taman Taruna Kebangsaan Diki Irawan, S.E., M.Pd., Staf Publikasi dan Dokumentasi Kelana Gagah Saputra, S.Pd.,serta dua orang perwakilan siswa.
Dari Unila hadir Wakil Rektor Bidang PKSI Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., didampingi Kepala Bagian Kerja Sama Suratno, S.H., M.H., Kepala Bagian FKIP Didi Sudarmansyah, S.Pd., M.Pd, Penanggung Jawab Tim Kerja Sama Dede Oktariea, S.E., M.M. dan Tim Kerja Sama Gandhi Irawan, S.Pd., M.Pd. (*)















