Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 16 Jan 2026 22:59 WIB ·

Ambisi Besar, Realisasi Lambat: Potret Perdagangan Karbon Indonesia


					Ambisi Besar, Realisasi Lambat: Potret Perdagangan Karbon Indonesia Perbesar

Idnnewspublish.com, Bandar Lampung — Indonesia menaruh ambisi besar pada perdagangan karbon sebagai bagian dari strategi menuju ekonomi hijau dan pencapaian target penurunan emisi.

Dengan kekayaan hutan tropis, lahan gambut, dan mangrove yang menyimpan cadangan karbon dunia, harapan itu tampak realistis. Namun di lapangan, realisasi perdagangan karbon berjalan lambat, jauh dari ekspektasi yang telah digaungkan.

Kesenjangan antara ambisi dan realisasi berakar pada persoalan tata kelola. Regulasi memang mulai disusun, tetapi implementasinya kerap tertatih. Ketidakpastian aturan, perizinan yang berlapis, serta standar pengukuran dan verifikasi yang belum sepenuhnya mapan membuat banyak pihak memilih bersikap menunggu. Akibatnya, pasar karbon nasional belum bergerak dinamis.

Di sisi lain, lemahnya ekosistem pasar turut memperlambat langkah. Infrastruktur pendukung, seperti lembaga verifikasi independen, platform transaksi yang efisien, hingga kapasitas sumber daya manusia, masih terbatas. Tanpa fondasi yang kuat, ambisi menjadikan karbon sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi sulit diwujudkan.

Dampak dari lambannya realisasi ini terasa hingga ke daerah. Masyarakat lokal dan adat, yang berperan penting menjaga hutan dan ekosistem, belum merasakan manfaat ekonomi yang sepadan.

Ketika insentif dari perdagangan karbon tidak kunjung nyata, pilihan ekonomi jangka pendek yang merusak lingkungan tetap menjadi godaan kuat.

Jika Indonesia ingin keluar dari paradoks ini, diperlukan langkah berani dan konsisten. Ambisi harus diiringi percepatan kebijakan, penyederhanaan regulasi, serta keberpihakan pada keadilan distribusi manfaat. Pasar karbon domestik perlu diperkuat agar tidak semata bergantung pada permintaan luar negeri.

Ambisi besar tanpa realisasi hanya akan menjadi retorika. Perdagangan karbon Indonesia membutuhkan kepastian, keberanian, dan komitmen nyata agar potensi besar yang dimiliki benar-benar menjelma menjadi kekuatan ekonomi hijau yang berkelanjutan. (*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kepala BPS RI Pimpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

28 Juni 2026 - 10:21 WIB

Dukung Pendidikan: PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Sumbagsel Bersama Komunitas Pajero One Indonesia Serahkan Bantuan Peralatan Sekolah untuk Anak Yatim Piatu

27 Juni 2026 - 20:23 WIB

Masuki Tahap Akhir,  Sekolah Rakyat Kota Baru Segera Beroperasional

26 Juni 2026 - 10:16 WIB

Kenalan di Media Sosial Berujung Petaka, Mahasiswi  Jadi Korban Pencurian Motor dan Ponsel

26 Juni 2026 - 09:42 WIB

Komitmen Sosial Berkelanjutan, Pelindo Regional 2 Panjang Gelar Khitan Massal Gratis

25 Juni 2026 - 18:54 WIB

Sidang Wanprestasi di PN Tanjung Karang Masuki Pemeriksaan 2 orang Saksi dari Penggugat Saparin

24 Juni 2026 - 18:50 WIB

Trending di Bandar Lampung