Idnnewspublish.com, Lampung — Intervensi Perdesaan Tunjukkan Hasil Positif erdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, persentase penduduk miskin di Provinsi Lampung tercatat sebesar 9,66 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,34 persen poin dibandingkan dengan posisi September 2024. Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin di Lampung pada September 2025 mencapai 860,13 ribu orang. Angka ini berkurang sebanyak 26,9 ribu orang jika dibandingkan dengan data Maret 2025.
“Capaian ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah. Kita melihat tren penurunan kemiskinan yang konsisten. Yang paling menggembirakan adalah akselerasi
penurunan kemiskinan di perdesaan berlangsung lebih cepat dibandingkan perkotaan, baik secara semesteran maupun tahunan,” ujar Ahmadriswan Nasution dalam keterangannya.
Meskipun secara persentase masih terdapat disparitas, di mana tingkat kemiskinan di perdesaan mencapai 10,88 persen dan perkotaan 7,37 persen.Salah satu ukuran kemiskinan yang penting adalah bagaimana melihat seberapa dalam tingkat kemiskinan suatu wilayah. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun signifikan dari 1,539 pada Maret 2025 menjadi 1,228 pada September 2025, artinya rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekat terhadap garis kemiskinan. Penurunan tajam terjadi di perdesaan, dari 1,893 menjadi 1,472. Selain kedalaman, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan dari 0,344 (Maret 2025) menjadi 0,242 (September 2025).
Penurunan paling signifikan di wilayah perdesaan (dari 0,439 ke 0,303) menandakan bahwa ketimpangan pengeluaran di
antara sesama penduduk miskin semakin menyempit atau kelompok termiskin mulai terangkat secara ekonomi.
Sejalan dengan itu, tingkat ketimpangan pengeluaran secara umum yang diukur melalui Gini Ratio juga mengalami perbaikan. Gini Ratio Provinsi Lampung tercatat sebesar
0,287 pada September 2025. Penurunan di wilayah perkotaan dari 0,319 menjadi 0,312 menunjukkan pemerataan pengeluaran di kota yang semakin membaik.
Beberapa faktor ekonomi makro yang mendukung tren penurunan kemiskinan ini antara lain: Ekonomi Lampung Triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,04 persen (y-on-y).
Terjadi peningkatan produksi padi yang signifikan pada Subround III 2025 (naik 22,98% dibanding Subround I). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,89 persen. (*)














