Idnnewspublish.com, Lampung — BPS Provinsi Lampung melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Oktober 2026 mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,54 persen, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang mengalami inflasi 0,23 persen.
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (c-to-c) hingga Oktober 2026 mencapai 2,86 persen.
Dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok memberikan andil inflasi. Inflasi m-to-m tertinggi dialami oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,24 persen dengan andil sebesar 0,41 persen terhadap inflasi umum.
Inflasi terendah dialami Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,04 persen.
Lima komoditas utama penyumbang andil inflasi m-to-m Oktober 2026 adalah Cabai Merah (0,22 persen), Bawang Merah (0,07 persen), Tomat (0,04 persen), Beras (0,04 persen), dan Cabai Rawit (0,04 persen).
Sedangkan lima komoditas yang menahan laju inflasi (andil deflasi m-to-m) adalah Terong (-0,03 persen), Daging Ayam Ras (-0,02 persen),
Minyak Goreng (-0,02 persen), Emas Perhiasan (-0,02 persen), dan Jagung Manis (-0,01 persen).
Secara tahunan (y-on-y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 3,83 persen pada Oktober 2026 dibandingkan Oktober 2025 (lebih tinggi dari Oktober 2025 yang sebesar 1,20 persen).
Inflasi y-on-y tertinggi dialami Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (5,82 persen; andil 0,39 persen), namun penyumbang utama inflasi tahunan tetap Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (5,12 persen; andil 1,74 persen).
Lima komoditas utama penyumbang andil inflasi y-on-y adalah Beras (0,39 persen), Bensin (0,29 persen), Cabai Rawit (0,20 persen), Minyak Goreng (0,17 persen), dan Cabai Merah (0,16 persen).
Sedangkan komoditas penahan laju inflasi y-on-y adalah Bawang Merah (-0,13 persen), Telur Ayam Ras (-0,12 persen), Daging Ayam Ras (-0,05 persen), Salak (-0,04 persen), dan Makanan Hewan Peliharaan (-0,01 persen).
Secara spasial, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 3,93 persen (IHK 111,42), sedangkan terendah di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,69 persen (IHK 115,55).
Secara bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi dialami Kabupaten Lampung Timur sebesar 0,90 persen, dan terendah di Kabupaten Mesuji sebesar 0,24 persen (IHK 117,21; y-on-y 3,73 persen). Kota Metro mencatatkan inflasi y-on-y 3,75 persen dan m-to-m 0,5. (*)















