Menu ✖

Mode Gelap

Bandar Lampung · 3 Nov 2026 08:01 WIB ·

Provinsi Lampung Alami Inflasi Bulanan 0,54 Persen pada Oktober 2026


					Provinsi Lampung Alami Inflasi Bulanan 0,54 Persen pada Oktober 2026 Perbesar

Idnnewspublish.com, Lampung — BPS Provinsi Lampung melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Oktober 2026 mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,54 persen, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang mengalami inflasi 0,23 persen.

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (c-to-c) hingga Oktober 2026 mencapai 2,86 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok memberikan andil inflasi. Inflasi m-to-m tertinggi dialami oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,24 persen dengan andil sebesar 0,41 persen terhadap inflasi umum.

Inflasi terendah dialami Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,04 persen.

Lima komoditas utama penyumbang andil inflasi m-to-m Oktober 2026 adalah Cabai Merah (0,22 persen), Bawang Merah (0,07 persen), Tomat (0,04 persen), Beras (0,04 persen), dan Cabai Rawit (0,04 persen).

Sedangkan lima komoditas yang menahan laju inflasi (andil deflasi m-to-m) adalah Terong (-0,03 persen), Daging Ayam Ras (-0,02 persen),

Minyak Goreng (-0,02 persen), Emas Perhiasan (-0,02 persen), dan Jagung Manis (-0,01 persen).

Secara tahunan (y-on-y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 3,83 persen pada Oktober 2026 dibandingkan Oktober 2025 (lebih tinggi dari Oktober 2025 yang sebesar 1,20 persen).

Inflasi y-on-y tertinggi dialami Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (5,82 persen; andil 0,39 persen), namun penyumbang utama inflasi tahunan tetap Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (5,12 persen; andil 1,74 persen).

Lima komoditas utama penyumbang andil inflasi y-on-y adalah Beras (0,39 persen), Bensin (0,29 persen), Cabai Rawit (0,20 persen), Minyak Goreng (0,17 persen), dan Cabai Merah (0,16 persen).

Sedangkan komoditas penahan laju inflasi y-on-y adalah Bawang Merah (-0,13 persen), Telur Ayam Ras (-0,12 persen), Daging Ayam Ras (-0,05 persen), Salak (-0,04 persen), dan Makanan Hewan Peliharaan (-0,01 persen).

Secara spasial, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 3,93 persen (IHK 111,42), sedangkan terendah di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,69 persen (IHK 115,55).

Secara bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi dialami Kabupaten Lampung Timur sebesar 0,90 persen, dan terendah di Kabupaten Mesuji sebesar 0,24 persen (IHK 117,21; y-on-y 3,73 persen). Kota Metro mencatatkan inflasi y-on-y 3,75 persen dan m-to-m 0,5. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Inflasi Lampung Oktober 2026 Tetap Terjaga

3 November 2026 - 08:19 WIB

PT SMA Bersama FCL Galang Swasta, BUMN, dan BUMD Menanam Mangrove di Ketapang

1 November 2026 - 20:20 WIB

Siswa SMA Kebangsaan Borong Dua Medali Emas di Kejurnas Panglima Korps Marinir, Faddel Raih Gelar Best of the Best

1 November 2026 - 20:07 WIB

Empat Kecamatan di Lampung Tengah Dikunjungi, Nessy Kalviya Dorong Aspirasi Warga Jadi Perhatian

1 November 2026 - 18:21 WIB

Reses di Lampung Tengah, Nessy Kalviya Serap Aspirasi Soal Bansos Dan Kesejahteraan Warga

1 November 2026 - 17:44 WIB

Reses Di Lampung Timur, Nessy Kalviya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

1 November 2026 - 17:40 WIB

Trending di Lampung